Puisi singkat tentang suasana raga



PADAT


wajah, nampak rautmu rentan sekali berubah, 
hari ini cerah, 
esok mendung, bahkan
beberapa jam kedepan, petir
menyambar kelopak matamu
hingga: membangunkan hujan yang
perlahan membanjiri

wilayahmu.

hati, kentara sekali rumahmu mulai penuh, 
mampu menampung beban bermacam
ukuran, mengimpit tiap celah

tempatmu.

apakah tumpukan benda-benda disana membuat hawa ruangmu pengap?
atau malah sejuk karena aliran—
sungai yang mengalir dengan tenang?

benak, apakah di dalam sana masih rutin
menjadi—ruang diskusi mengenai
berbagai cabang kasus?
apakah kasus dapat dipecahkan?
atau malah penat menjadi wadah
orang-orang yang ramai berbicara?



—fitriayulst
(11/10/19)



Komentar